Clixsense

Senin, 22 Februari 2016

ESTETIKA ETIKA BERBUSANA YANG BAIK



Menerapkan etika berbusana dalam kehidupan manusia perlu memahami tentang kondisi lingkungan, budaya dan waktu pemakaian. Untuk hal itu baik jenis, model, warna atau corak busana perlu disesuaikan agar seseorang dapat diterima dilingkungannya. Tujuan dari etika berbusana adalah untuk kelancaran hubungan sosial dalam masyarakat. Estetika berbusana beararti tata cara berbusana dengan memperhatikan syarat-syarat estetika atau keindahan.


Etika Berbusana yang baik :
1.    Menutup aurat bagian tubuh
2.    Sesuai dengan tujuan, situasi dan kondisi lingkungan
3.    Tampak rapi, bersih, sehat, dan ukurannya pass
4.    Tidak mengganggu orang lain
5.    Tidak melanggar hukum negara dan hukum agam.

Mendefinisakn Pengertian Estetika Berbusana
Tujuan estetika antara lain :
1.         Dapat bergaul dengan baik tanpa rasa rendah diri.
2.         Menimbulkan kewibawaan seseorang karena berbusana yang indah

Menjelaskan Syarat-Syarat  Berbusana Estetis
Syarat-syarat berbusana yang estetis adalah berbusana yang indah dan harmonis sesuai dengan :
1.       Kepribadian
a.       Kepribadian Lembut (Feminim)
Kepribadian lembut memiliki sifat lembut dalam pembawaannya, agak pemalu, dan suka menyendiri dari perhatian umum. Busana yang tepat untuk kepribadian ialah model busana dengan hiasan lipit-lipit, kerut-kerutan , hiasan renda , pita, dan lain-lain.
b.      Kepribadian Sportif (Maskulin)
Kepribadian maskulin memiliki sifat terbuka, agresif, mudah berkomunikasi, dan mudah menerima hal-hal baru. Pemilihan busana yang tepat untuk kepribadian ini adalah model jas/semi jas.
2.       Bentuk Tubuh
Fungsi analisis untuk menutupi bentuk-bentuk tubuh yang kurang sempurna dan menonjolkan bagian-bagian tubuh yang baik.
Macam-macam bentuk tubuh manusia :
a.       Langsing (ideal)
b.      Kurus tinggi
c.       Kurus pendek
d.      Gemuk tinggi
e.      Gemuk Pendek
3.       Warna Kulit
Kombinasi warna pakaian harus disesuaikan dengan warna kulit : yaitu putih, kuning langsat, dan sawo matang.
a.       Untuk jenis berkulit putih dengan busana dengan warna dingin : Hijau, biru, ungu, biru kehijauan, dan biru keunguan.
b.      Untuk jenis kuning langsat dan sawo matang dengan warna panas : Merah, kuning, jingga, merah kejinggan, dan kuning kejinggan.
4.       Suasana atau Kesempatan
Berbusana Berdasarkan Kesempatan terbagi atas :
a.       Formal (Publik)
Busana yang dikenakan pada kesempatan resmi atau khusus, missalnya setelan jas, kain dan kebaya/busana nasional, longdredd, busana kerja, seperti blezer, setelan rok dan blus.
b.      Semi Formal
Busana yang dikenakan sehari-hari seperti busana casual (santai) dan busana rekreasi, busana bepergian.
c.       Privat atau Pribadi
Busana yang dikenakan di rumah seperti baju tidur, daster, celana pendek , t-shirt, , kulot, hem, blus dan rok longgar.
5.       Tren Mode (Mode Yang Sedang Berlaku )
Tren mode adalah tolak ukur kecenderungan perkembangan moden yang sudah merupakan norma atau kaidah yang mutkak. Meliputi gaya, warna, motif,tekstur, asesoris, buntuk atau model-model terbaru. Dalalm berbusana sebaiknya meliputi trend mode, tetapi tetap harus memperhatikan kepribadian bangsa dan norma yang berlaku dilingkungan masyarakat.

         Berbusana sangatlah penting peranannya dalam kehidupan manusia dalam segala kegiatan. Dengan berbusana manusia dapat menunukan pribadi individu masing, gaya hidup, lingkungan, dan budaya bahkan status sosial yang berjenjang dalam masyarakat. Kita harus bisa menentukan mana yang busana yang baik dan tepat sesuai waktu dan tempat. Daengan mengetahui istilah busana pengetahuan busana semakin bertambah sehingga kita bukan termasuk orang yang kurang “GAOUL”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar