Menerapkan etika berbusana dalam
kehidupan manusia perlu memahami tentang kondisi lingkungan, budaya dan waktu
pemakaian. Untuk hal itu baik jenis, model, warna atau corak busana perlu
disesuaikan agar seseorang dapat diterima dilingkungannya. Tujuan dari etika
berbusana adalah untuk kelancaran hubungan sosial dalam masyarakat. Estetika
berbusana beararti tata cara berbusana dengan memperhatikan syarat-syarat
estetika atau keindahan.
Etika Berbusana
yang baik :
1. Menutup aurat bagian tubuh
2. Sesuai dengan tujuan, situasi dan kondisi lingkungan
3. Tampak rapi, bersih, sehat, dan ukurannya pass
4. Tidak mengganggu orang lain
5. Tidak melanggar hukum negara dan hukum agam.
Mendefinisakn Pengertian Estetika
Berbusana
Tujuan estetika antara lain :
1.
Dapat bergaul dengan baik tanpa
rasa rendah diri.
2.
Menimbulkan kewibawaan seseorang
karena berbusana yang indah
Menjelaskan Syarat-Syarat Berbusana Estetis
Syarat-syarat berbusana yang estetis adalah berbusana yang
indah dan harmonis sesuai dengan :
1.
Kepribadian
a. Kepribadian Lembut (Feminim)
Kepribadian lembut memiliki sifat lembut dalam pembawaannya,
agak pemalu, dan suka menyendiri dari perhatian umum. Busana yang tepat untuk
kepribadian ialah model busana dengan hiasan lipit-lipit, kerut-kerutan , hiasan
renda , pita, dan lain-lain.
b. Kepribadian Sportif (Maskulin)
Kepribadian maskulin memiliki sifat terbuka, agresif, mudah
berkomunikasi, dan mudah menerima hal-hal baru. Pemilihan busana yang tepat
untuk kepribadian ini adalah model jas/semi jas.
2.
Bentuk Tubuh
Fungsi
analisis untuk menutupi bentuk-bentuk tubuh yang kurang sempurna dan
menonjolkan bagian-bagian tubuh yang baik.
Macam-macam
bentuk tubuh manusia :
a. Langsing (ideal)
b. Kurus tinggi
c. Kurus pendek
d. Gemuk tinggi
e. Gemuk Pendek
3.
Warna Kulit
Kombinasi warna
pakaian harus disesuaikan dengan warna kulit : yaitu putih, kuning langsat, dan
sawo matang.
a. Untuk jenis berkulit putih dengan busana dengan warna dingin
: Hijau, biru, ungu, biru kehijauan, dan biru keunguan.
b. Untuk jenis kuning langsat dan sawo matang dengan warna
panas : Merah, kuning, jingga, merah kejinggan, dan kuning kejinggan.
4.
Suasana atau
Kesempatan
Berbusana
Berdasarkan Kesempatan terbagi atas :
a. Formal (Publik)
Busana yang dikenakan pada kesempatan resmi atau khusus,
missalnya setelan jas, kain dan kebaya/busana nasional, longdredd, busana
kerja, seperti blezer, setelan rok dan blus.
b. Semi Formal
Busana yang dikenakan sehari-hari seperti busana casual
(santai) dan busana rekreasi, busana bepergian.
c. Privat atau Pribadi
Busana yang dikenakan di rumah seperti baju tidur, daster,
celana pendek , t-shirt, , kulot, hem, blus dan rok longgar.
5.
Tren Mode
(Mode Yang Sedang Berlaku )
Tren mode
adalah tolak ukur kecenderungan perkembangan moden yang sudah merupakan norma
atau kaidah yang mutkak. Meliputi gaya, warna, motif,tekstur, asesoris, buntuk
atau model-model terbaru. Dalalm berbusana sebaiknya meliputi trend mode,
tetapi tetap harus memperhatikan kepribadian bangsa dan norma yang berlaku
dilingkungan masyarakat.
Berbusana
sangatlah penting peranannya dalam kehidupan manusia dalam segala kegiatan.
Dengan berbusana manusia dapat menunukan pribadi individu masing, gaya hidup,
lingkungan, dan budaya bahkan status sosial yang berjenjang dalam masyarakat.
Kita harus bisa menentukan mana yang busana yang baik dan tepat sesuai waktu
dan tempat. Daengan mengetahui istilah busana pengetahuan busana semakin
bertambah sehingga kita bukan termasuk orang yang kurang “GAOUL”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar